← Beranda
Arab:
Tahap 1 dari 7 📍 Rumah / Hotel Transit / Titik Miqat

Persiapan Berangkat & Miqat

sunnah

Pembersihan Fisik Sebelum Ihram

Sebelum memakai kain ihram, disunnahkan memotong seluruh kuku tangan dan kaki, merapikan kumis, mencukur bulu ketiak serta kemaluan, dan mandi besar (ghusl) sunnah ihram.

Kebersihan fisik ini berlaku bagi pria maupun wanita (termasuk yang sedang haid/nifas).
sunnah

Memakai Wewangian di Badan

Memakai minyak wangi/parfum terbaik pada kulit tubuh, janggut, atau kepala SEBELUM berniat ihram.

Catatan penting: Parfum tidak boleh disemprotkan langsung pada kain ihram. Wangi yang masih tertinggal di badan setelah berniat hukumnya sah dan diperbolehkan.
panduan

Ketentuan Pakaian Ihram Pria & Wanita

Pria: Mengenakan 2 lembar kain ihram putih tanpa jahitan (Izar untuk bawahan, Rida' untuk selendang atas). Tidak boleh mengenakan celana dalam, celana panjang, kaos, atau peci. Sabuk pengikat kain dan tas paspor diperbolehkan.

Wanita: Mengenakan busana muslimah syar'i menutup aurat (warna bebas, tidak mencolok). Telapak tangan dan wajah tidak boleh ditutup cadar atau sarung tangan.
doa

Doa Keluar Rumah Menuju Perjalanan

Dibaca saat melangkahkan kaki keluar pintu rumah/hotel.

بِسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

Bismillaahi tawakkaltu 'alallaah, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah."

doa

Doa Naik Kendaraan (Safar)

Dibaca saat duduk di bus, kereta cepat Haramain, atau pesawat udara.

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Subhaanal-ladzii sakh-khara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamun-qalibuun.

Artinya: "Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."

sunnah

Sholat Sunnah Ihram 2 Rakaat

Dilakukan setelah berganti pakaian ihram di Miqat sebelum melafadzkan niat (jika waktu memungkinkan dan bukan waktu terlarang sholat).

Rakaat I: Membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun.
Rakaat II: Membaca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.
doa

Lafadz Niat Umroh untuk Diri Sendiri

Dilafadzkan secara lisan dan dimantapkan di dalam hati tepat di titik Miqat (Bir Ali jika dari Madinah, atau di atas pesawat sebelum melintasi Qarnul Manazil).

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً، نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى

Labbaika Allahumma 'umratan, nawaitul 'umrata wa ahramtu bihaa lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh. Aku berniat umroh dan berihram karenanya karena Allah Ta'ala."

doa

Niat Umroh Badal (Mewakili Orang Lain)

Dibaca jika Anda berumroh membadalkan orang tua/kerabat yang telah wafat atau udzur fisik permanen.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً عَنْ [سَمِّ الاسْمَ]

Labbaika Allahumma 'umratan 'an [sebutkan nama orang yang dibadalkan].

Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh atas nama (sebut nama yang dibadalkan)."

doa

Niat Bersyarat (Isytirath)

Sangat disunnahkan bagi jamaah mandiri yang khawatir sakit, terkendala visa/pemeriksaan bandara, atau wanita yang mendekati jadwal haid.

Fungsi: Jika terhalang di perjalanan, Anda boleh bertahallul seketika tanpa kewajiban membayar dam seekor kambing.

اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

Allahumma mahillii haitsu habastanii.

Artinya: "Ya Allah, tempat tahallulku adalah di mana saja Engkau menahanku/menghalangiku."

doa

Bacaan Talbiyah

Dilafadzkan berulang-ulang sejak berniat di Miqat hingga mendekati Ka'bah untuk memulai Tawaf.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ

Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.

Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu semata. Tidak ada sekutu bagi-Mu."

larangan

Larangan-Larangan Ihram

1. Memotong kuku tangan atau kaki.
2. Mencukur, memotong, atau mencabut bulu badan/rambut.
3. Menggunakan wewangian/parfum pada badan atau pakaian setelah niat.
4. Menggunakan tisu basah yang mengandung parfum atau alkohol wangi.
5. Menutup kepala dengan penutup yang menempel seperti peci/topi (pria).
6. Mengenakan pakaian berjahit/berpola tubuh seperti kemeja, kaos, celana dalam (pria).
7. Menggunakan sepatu tertutup yang menutup tumit dan mata kaki (pria).
8. Mengenakan cadar/penutup wajah dan sarung tangan (wanita).
9. Menikah, menikahkan orang lain, atau melamar.
10. Berhubungan badan (jima') atau bermesraan dengan syahwat.
11. Berkata jorok (rafats), berbuat fasik/maksiat, dan bertengkar/berdebat (jidal).
12. Berburu hewan darat atau merusak pepohonan liar di Tanah Haram.
Tahap Selanjutnya →