panduan
Syarat Sah Tawaf
1. Suci dari hadas besar dan kecil (wajib berwudhu).
2. Menutup aurat dengan sempurna.
3. Mengitari Ka'bah sebanyak 7 putaran penuh.
4. Posisi Ka'bah harus selalu berada di sebelah kiri pundak Anda.
5. Berjalan di luar tembok Ka'bah dan di luar lengkungan Hijir Ismail.
6. Dimulai dan diakhiri persis di garis Hajar Aswad.
sunnah
Posisi Idh-thiba' (Bahu Kanan Terbuka - Pria)
Sebelum putaran pertama dimulai, selipkan bagian tengah kain ihram atas di bawah ketiak kanan, dan letakkan kedua ujungnya di atas pundak kiri. Bahu kanan dibiarkan terbuka HANYA selama 7 putaran tawaf ini.
sunnah
Raml / Jalan Cepat (Pria)
Berlari-lari kecil atau berjalan cepat dengan langkah pendek pada putaran ke-1, 2, dan 3. Putaran ke-4 sampai 7 berjalan normal. Jika lantai padat berdesakan, cukup berjalan biasa demi keselamatan.
doa
Awal Putaran di Garis Hajar Aswad (Istilam)
Berdiri sejajar garis Hajar Aswad (ditandai lampu hijau di lantai/dinding). Hadapkan tubuh ke Ka'bah atau cukup angkat tangan kanan satu kali ke arah Hajar Aswad tanpa mencium tangan, lalu ucapkan:
بِسْمِ اللّٰهِ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Bismillaahi, wallaahu Akbar.
Artinya: "Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar."
doa
Doa Sepanjang Putaran Tawaf
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan untuk setiap putaran. Jamaah dibebaskan berdzikir (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar), bershalawat, membaca Al-Qur'an, atau memanjatkan doa pribadi dalam bahasa Indonesia.
sunnah
Melintasi Sudut Rukun Yamani
Sudut tepat sebelum Hajar Aswad adalah Rukun Yamani. Bila memungkinkan tanpa berdesakan, usap sudut ini dengan telapak tangan kanan tanpa menciumnya. Jika padat, cukup lewat begitu saja tanpa melambaikan tangan.
doa
Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Doa yang paling dianjurkan oleh Nabi SAW untuk dibaca terus-menerus di setiap putaran dari sudut Rukun Yamani hingga tiba kembali di garis Hajar Aswad:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.
Artinya: "Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka."
panduan
Solusi Jika Batal Wudhu Saat Tawaf
Jika wudhu Anda batal (misal keluar angin), segera keluar barisan menuju tempat wudhu terdekat di luar pelataran. Setelah suci kembali, lanjutkan tawaf sesuai nomor putaran yang tersisa (tidak perlu mengulang dari putaran ke-1, cukup mulai dari garis Hajar Aswad untuk melanjutkan).
larangan
Larangan Penting Saat Tawaf
1. Jangan memotong jalan melewati bagian dalam pagar batu lengkung Hijir Ismail. Jika melintas di dalam Hijir Ismail, putaran tersebut tidak sah dan wajib diulang.
2. Jangan melangkah dengan dada menghadap langsung ke Ka'bah (arah tubuh harus melangkah tegak lurus ke depan).
3. Dilarang mendorong, menyikut, atau menyakiti jamaah lain.